WA/LINE : 081331325379 BBM : 5D0BF298

Latest Posts

Minggu, 08 Januari 2017

Kamis, 22 Desember 2016

DUNIA SPIRITUAL MANAQIB SYAIKH ABDUL QODIR



DUNIA SPIRITUAL
SEBAGAI WADAH INKLUSIVITAS-MULTIKULTURAL:
Studi Kasus di Dzikir Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jailani
Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember 2016



Disusun Oleh:

Ketua Tim      : Muhammad `Ainul Yaqin (STAI Al-Qodiri Jember)
Anggota          : Hasyim Asy`ari (STAI Al-Qodiri Jember)



 
ABSTRAKSI
Muhammad `Ainul Yaqin dan Hasyim Asy`ari. 2016, Dunia Spiritual sebagai Wadah Inklusivitas-Multikultural: Studi Kasus di Dzikir Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jailani Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember 2016.
Key Words: Spiritual, Inklusivitas-Multikultural, Dzikir Manaqib

Eksistensi dan pengaruh dunia spiritualitas sangat signifikan bagi manusia termasuk juga bagi masyarakat Indonesia yang multikultur. Pada saat ini, bangsa Indonesia masih mengalami berbagai problematika dan potensi problematika yang akan terjadi pada kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti di antaranya, kasus terorisme yang cenderung eksklusif. Jadi, keberadaan spiritualitas sangat penting untuk menimalisir problematika dan potensinya tersebut, karena manusia yang sudah menyatu dalam dunia spiritual (disebut sufi) akan cenderung memiliki sikap yang inklusif. Dalam prakteknya (amaliyah-nya), terdapat banyak bentuk spiritualitas yang mengandung semangat nilai-nilai dan ajaran inklusivitas dan multikultural, antara lain seperti dzikir. Dzikir meliputi bacaan Al-Qur’an, tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan istighfar. Manusia yang selalu berdzikir dan apalagi berjamaah akan membuat manusia tidak punya penyakit hati. Amaliyah spiritual yang berbentuk dzikir tersebut dilaksanakan di berbagai tempat terutama di pondok pesantren, salah satunya di pondok pesantren Al-Qodiri Jember.
Berdasarkan latar belakang dan fakta obyektif tersebut di atas maka penelitian ini akan difokuskan pada: 1) bagaimana konstruksi nilai yang dilestarikan dan dikembangkan Dzikir Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jailani Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember sebagai Spionase Inklusivitas-Multikultural?; 2) bagaimana ajaran dan strategi Dzikir Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jailani Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember sebagai Spionase Inklusivitas-Multikultural?, dan 3) bagaimana peran figur Imam Manaqib Dzikir Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jailani Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember sebagai Spionase Inklusivitas-Multikultural?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan tehnik purpossive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan: wawancara mendalam (indepth interview), pengamatan peran serta (participant observation), dan dokumentasi.Tekhnik analisis data menggunakan model interaktif dari Milles dan Hunberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan  penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi.
Dari penggunaan metode penelitian tersebut, maka hasil penelitiannya, yaitu: 1) konsturksi nilai yang dilestarikan dan dikembangkan, yaitu: nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, ukhuwah/persaudaraan, kebijaksanaan, keadilan, kesederhanaan, kebebasan, kejujuran, kesalehan, dan kemandirian. Nilai-nilai ini bersumber dari  Al-Qur’an, Al-Hadis, ajaran-ajaran Syaikh Abdul Qodir Jailani dan ajaran-ajaran yang dikembangkan oleh KH. Achmad Muzakki Syah. Dari nilai-nilai tersebut akan memunculkan sikap yang menghargai realitas kemajemukan termasuk kemajemukan SARA dan bersikap toleran dalam menyikapi setiap perbedaan, 2) ajaran yang disampaikan dalam dzikir manaqib lebih menekankan pada wilayah tasawuf dan tauhid seperti bacaan dzikir, solawat, bagaimana mendekatkan diri pada Allah, memurnikan keyakinan bahwa hidup ini adalah untuk Allah, dan terkadang tentang ajaran syari’ah/fiqih. Dari ajaran tasawuf dan tauhid ini, maka sikap para imam dan jamaah dzikir manaqib lebih toleran terhadap berbagai latar belakang masyarakat baik dari berbagai suku, agama, ras, maupun golongan. Strategi yang digunakan adalah dzikir dan solawat. Selain itu, dalam dzikir manaqib juga menggunakan strategi riyadhah, mujahadah, muraqabah, ceramah agama/tausiyah, tawassul, demonstrasi, qisah/cerita, amtsilah, tauladan, pembiasaan, hukuman non fisik, refleksi, kontemplasi, dan sebagainya, 3) Peran figur KH. Achmad Muzakki Syah sebagai Imam Besar Dzikir Manaqib berperan sebagai guru spiritual yang memiliki karakter kepemimpinan spiritual. K. Muzakki mempraktikkan nilai-nilai inklusivitas-multikultural dalam kehidupan sehari hari dengan membimbing ummat yang datang untuk berdzikir hanya kepada Allah, mengarahkan semua golongan yang datang tanpa membedakan SARA. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan K. Muzakki adalah faktor keyakinan, istiqomah, asasul khomsah, sebagai pemimpin manaqib Syeh Abdul Qodir al-Jailani, dan keistimewaan atau karomah.





OPEN HOUSE KIAI

WAKTU UNTUK SOWAN KE KH ACH MUZAKKI SYAH

Banyak orang-orang dari jauh datang ke Jember untuk menemui KH Ach Muzakki Syah, namun niatan mereka akhirnya luntur setelah datang ke pesantren Al-Qodiri. Sebab setelah datang ke Pesantren dan menanyakan Kiai, ternyata Kiai sedang pengajian atau juga sedang istirahat (dan tidak mungkin bisa ditemui).
Oleh karena itu ada baiknya sebelum anda sowan ke Kiai Muzakki untuk membaca Jadwal beliau, agar anda bisa bertemu dengan beliau. 

Pagi:
Pagi setelah shalat subuh hingga jam sepuluh pagi adalah waktu kiai istirahat. Oleh karena itu anda tidak akan bisa bertemu dengan beliau. Anda bisa bertemu dengan beliau jam sepuluh pagi hingga jam menjelang dzuhur.

Siang:
Setelah jamaah shalat dzuhur, anda bisa menemui kiai pada jam satu hingga menjelang asyar. Sebisa mungkin anda datang tepat jam satu atau kurang dari jam satu. Karena biasanya pada jam-jam ini banyak sekali tamu. Sehingga meski kiai ada, acapkali tamu  tidak bisa bertemu. Karena harus gentian satu persatu yang ingin dihaturkan ke beliau.

Sore:
Setelah shalat asyar hingga menjelang maghrib. Namun anda jangan meniatkan diri untuk menemui beliau pada jam-jam ini. Karena tidak setiap hari beliau bisa menemui. Karena kalau pengajiannnya kiai terlalu jauh, sore setelah asyar sudah berangkat pengajian, sehingga anda tidak bertemu.

Malam:
Malam hari kiai bisa ditemui setelah shalat isyak (BELUM PASTI ADA)



ALUR PENDAFTARAN SANTRI AL-QODIRI



ALUR PENDAFTARAN SANTRI BARU 2016-2017
PONDOK PESANTREN AL-QODIRI I JEMBER

1.      ORANG TUA DAN CALON SANTRI BARU LANGSUNG  SOWAN DAN MEMASRAHKAN SEPENUHNYA KE KYAI
2.      ORANG TUA DAN CALON SANTRI MELAKUKAN PENDAFTARAN DI KANTOR PENGURUS PUTRA
3.      CALON SANTRI MENGISI FORMULIR PENDAFTARAN SANTRI BARU DAN MENYERAHKAN PERSYARATAN SEBAGAI SANTRI BARU, ADAPUN PERSYARATANNYA SEBAGAI BERIKUT
-          MENYERAHKAN FOTO COPI KTP ORANG TUA
-          MENYERAHKAN FOTO COPI KARTU KELUARGA (KK)
-          MENYERAHKAN FOTO CALON SANTRI UKURAN 3X4 SEBANYAK DUA LEMBAR
-          ORANG TUA MENYELESAIKAN ADMINISTRASI
4.      SANTRI YANG SUDAH MENDAFTAR AKAN DIBERIKAN ARAHAN TENTANG PERATURAN-PERATURAN PONDOK PESANTREN
5.      SANTRI YANG SUDAH MENDAPATKAN ARAHAN AKAN DI TES MEMBACA AL-QUR’AN OLEH PETUGAS
6.      PENGURUS AKAN MEMANGGIL PENGURUS DAERAH (PENDAR) UNTUK MENENTUKAN DAERAH DAN KAMAR

KETENTUAN KETENTUAN BAGI SANTRI BARU
1.      UKURAN LEMARI BAGI SANTRI BARU, LEBAR            : 50 cm. PANJANG MAKSIMAL: 200 cm, JIKA MELEBIHI UKURAN YANG SUDAH DITENTUKAN PETUGAS TIDAK MEMPERKENANKAN UNTUK MEMBAWANYA
2.      SATRI BARU WAJIB MEMPUNYAI BAJU TAQWA PUTIH MINIMAL 2 BAJU

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Blog Archive

Total Tayangan Laman

alqodiri.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

cerpen (9) doc. (67) Edu (96) English Camp (1) funny story (3) Galeri (40) info (6) informasi (3) kaset (2) lem. (8) penelitian (1) poem (2) tips (2) video (1)

Pengikut

Latest in Tech